Dari Sultanking ke Influencer: Bagaimana Tren Ini Mengubah Permainan Pengguna Media Sosial

February 16, 2026


Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat perubahan nyata dalam cara pengguna media sosial mendapatkan popularitas dan pengaruh secara online. Lewatlah sudah hari-hari ketika hanya selebritas dan tokoh masyarakat yang memiliki banyak pengikut dan pengaruh di platform seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Saat ini, muncul tren baru – mulai dari sultan hingga influencer.

Istilah “sultanking” mengacu pada praktik memposting konten secara teratur di platform media sosial untuk mendapatkan banyak pengikut dan pengaruh. Tren ini mendapatkan momentumnya dalam beberapa tahun terakhir, dengan banyak individu yang menggunakan media sosial sebagai platform untuk menunjukkan bakat, minat, dan kepribadian mereka kepada khalayak luas.

Salah satu alasan utama munculnya sultanking adalah demokratisasi media sosial. Dengan platform seperti Instagram dan TikTok yang memungkinkan siapa pun membuat akun dan berbagi konten, individu tidak perlu lagi memiliki platform atau koneksi tradisional untuk mendapatkan pengikut. Hal ini telah membuka peluang baru bagi orang-orang dari semua lapisan masyarakat untuk membangun merek dan pengikut secara online.

Faktor lain yang mendorong tren sultanking adalah maraknya influencer marketing. Merek semakin beralih ke influencer media sosial untuk mempromosikan produk dan layanan mereka, karena mereka menawarkan cara yang lebih autentik dan relevan untuk menjangkau konsumen. Hasilnya, individu yang memiliki banyak pengikut di media sosial memiliki peluang untuk berkolaborasi dengan merek dan memonetisasi pengaruhnya.

Tren sultan juga mengubah permainan pengguna media sosial dalam hal personal branding dan promosi diri. Dengan menyusun gambar dan kepribadian tertentu secara online, individu dapat menarik pengikut yang berpikiran sama dan membangun komunitas seputar konten mereka. Hal ini memungkinkan banyak orang mengubah minat mereka menjadi karier, baik melalui postingan bersponsor, pemasaran afiliasi, atau menjual produk dan layanan mereka sendiri.

Namun, penting untuk dicatat bahwa menjadi raja sultan bukannya tanpa tantangan. Membangun banyak pengikut di media sosial membutuhkan waktu dan usaha, dan tidak semua orang akan mencapai kesuksesan dalam semalam. Selain itu, lanskap media sosial terus berkembang, dengan algoritme dan tren yang berubah secara berkala. Oleh karena itu, individu yang ingin menjadi influencer harus selalu mengikuti perkembangan platform dan strategi terbaru agar tetap relevan.

Secara keseluruhan, kebangkitan sultanking mengubah pola pikir pengguna media sosial dalam berbagai cara. Dari mendemokratisasi pengaruh hingga memberikan peluang baru untuk personal branding, tren ini mengubah cara individu berinteraksi dengan media sosial dan membangun kehadiran online mereka. Ketika media sosial terus memainkan peran sentral dalam kehidupan kita sehari-hari, jelas bahwa sultanking akan tetap ada.

Tags: